防災マニュアル (Panduan Mitigasi Bencana RS Jepang)
Panduan darurat penanganan gempa bumi (*Jishin*), tsunami, kebakaran (*Kaji*), dan evakuasi lansia di Rumah Sakit & Panti Lansia Jepang.
Polisi: 110 | Pemadam Kebakaran & Ambulans: 119
Selalu utamakan keselamatan pasien lansia (*Jiritsu Shien*) dan laporkan segera dengan prinsip Horenso.
4 Langkah Utama Penanganan Darurat
1. Tindakan Pertama Saat Guncangan Gempa (Drop, Cover, Hold On)
Merunduk di bawah meja kokoh, lindungi kepala dengan bantal/tangan, dan berpegangan sampai guncangan berhenti.
Pastikan rem bed & rem kursi roda pasien lansia dalam posisi TERKUNCI. Tutup kepala pasien dengan bantal.
2. Cek Pemadam Kebakaran & Gas RS (Kaji / Fire Prevention)
Periksa kompor dapur gizi RS, matikan tabung oksigen jika aman, dan bunyikan alarm kebakaran jika ada asap.
Tutup pintu dan jendela kamar pasien untuk mencegah penyebaran asap (*Shouka*).
3. Evakuasi Pasien Lansia & Korban (Hinan - 避難)
Evakuasi pasien sesuai prioritas: Pasien mandiri → Pasien kursi roda → Pasien tempat tidur (Stretcher). JANGAN gunakan lift!
Gunakan tangga darurat. Pastikan membawa kartu identitas pasien & daftar obat penting.
4. Pelaporan Horenso Kepadatan & Pasien (Anzen Kakunin)
Hitung jumlah total pasien di titik kumpul (*Hinan basho*). Laporkan segera kepada Kepala Perawat / Dokter.
Catat nama pasien yang dievakuasi dan kondisi vital sign-nya.
